Bandar Lampung – (PeNa), Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten menggelar salat gaib dan doa bersama untuk para korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Doa dipanjatkan secara khusus bagi prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur, termasuk yang berasal dari Provinsi Lampung.
Salat gaib dan doa bersama tersebut berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Markas Kodam XXI/Radin Inten, Selasa (27/1/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta diikuti prajurit dan PNS di lingkungan Kodam.
“Ya, kami warga Kodam XXI/Radin Inten, prajurit dan PNS melaksanakan salat gaib, mengirimkan doa untuk saudara-saudara kita, teman-teman kami yang gugur mendahului kami dalam bencana alam terjadi di Cisarua,” ujar
Kristomei saat dimintai keterangan.
Empat Prajurit Marinir Gugur, Tiga Diantaranya Asal Lampung
Kristomei mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak empat prajurit Korps Marinir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya diketahui merupakan warga Provinsi Lampung.
Pihak Kodam XXI/Radin Inten pun mendoakan seluruh prajurit yang gugur saat menjalani latihan pra-tugas di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
“Kita kirimkan doa kepada mereka semua, semoga diterima di sisi Allah SWT, mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.
Selain doa, Kodam XXI/Radin Inten juga memastikan kesiapan dukungan bagi keluarga korban. Kristomei menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Komandan Marinir di Lampung agar bantuan yang dibutuhkan dapat segera disalurkan.
“Nanti kami akan berkoordinasi, sehingga apa-apa yang bisa kita bantu akan segera kita bantu, tentunya kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan oleh para prajurit,” kata Kristomei.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa para prajurit Korps Marinir yang gugur tersebut meninggal dunia saat menjalankan tugas negara, sehingga layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari seluruh elemen TNI dan masyarakat.
“Mereka dalam hal ini gugur syahid, meninggal dunia dalam rangka menjalankan tugas negara. Mari kita sama-sama mendoakan para almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” imbuh jenderal bintang dua itu.
Kegiatan salat gaib dan doa bersama ini menjadi wujud solidaritas, empati, dan penghormatan Kodam XXI/Radin Inten kepada para prajurit TNI yang gugur, sekaligus sebagai penguatan moril bagi keluarga korban yang tengah berduka.






