Meraih Asa Dibedah Gugah Pemikiran Jurnalis PWI Pesawaran

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Buku berjudul ‘Meraih Asa’ karangan Nanang Sumarlin dibedah di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran dan penulis mampu menggugah pemikiran para jurnalis, Jum’at (24/09/2021).

Dikegiatan tersebut, Nanang Sumarlin yang juga sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran mengucapkan rasa terima kasihnya kepada anggota PWI Kabupaten Pesawaran yang telah membantu membedah isi buku yang merupakan ide-idenya dari sebelum menjadi ASN hingga sekarang.

“Isi buku tersebut banyak mengangkat terkait potensi pariwisata di Lampung khususnya Pesawaran, saya bersyukur karya tulis ini telah dibahas oleh teman-teman PWI Pesawaran,” kata dia.

Ia juga berharap, dengan kegiatan tersebut kedepan dapat berkelanjutan melalui gagasan maupun narasi lain guna berpartisipasi pada pembangunan Bumi Andan Jejama kearah lebih baik.

“Semoga dapat berkelanjutan dan bisa bekerja sama dengan PWI untuk kedepan guna kemajuan Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.

Menanggapinya, Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M Ismail mengatakan bahwa penulis buku ‘Meraih Asa’ merupakan karya tulis yang tidak dapat dianggap remeh meski ada beberapa yang dikritisi oleh peserta bedah buku.

“Meski masih ada sejumlah isi yang perlu didalami atau diuraikan lebih luas, namun buku ini mampu menggugah pemikiran kita selaku jurnalis dan penulis mampu membawa pembaca larut dalam ceritanya, ” kata Ismail.

Buku tersebut tidak terlalu tebal, kandungannya juga banyak yang prematur namun memiliki karakter. Rupa-rupa data yang digunakan sebagai referensi serta cerita yang dibangun penulis masih dangkal, sehingga pembacanya butuh alur wawasan luas untuk dapat memahaminya.

“Alkhamdulillah selesai kita berdiskusi terkait isi buku ‘Meraih Asa’ dan motivasi Pak Nanang sebagai penulis, kritik maupun saran yang datang semata untuk kebaikan bersama,” tutur dia.

Kegiatan bedah buku oleh PWI Pesawaran tersebut juga dianggap suatu penghargaan dari penulis, karenanya interaksi dapat berlangsung dengan dua arah dan saling memberikan masukan dan tanggapan.

“Ini sebuah penghormatan oleh penulis buku yang telah mempercayai kami untuk berdiskusi langsung, kompleksitas isi buku membuat peserta tadi semangat untuk sekedar bertanya ataupun memberikan masukan,” ucap dia.

Ismail juga menegaskan, buku karangan Nanang Sumarlin dapat dijadikan cambuk bagi jurnalis untuk lebih meningkatkan kualitas menulis sehingga dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berita yang disajikan.

“Kami beri apresiasi kepada Nanang Sumarlin semoga kedepan bisa menerbitkan buku lain yang tidak kalah visioner dan lebih berkualitas tentunya dengan isi yang lebih dalam,” tegas dia.

Kegiatan tersebut diikuti jurnalis yang tergabung di PWI Kabupaten Pesawaran, Kepala Desa Begelen Kecamatan Gedong Tataan Merdi Priyanto dan sejumlah undangan lain dengan tetap patuh protokol kesehatan guna mencegah covid-19.

Oleh: sapto firmansis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *