PESAWARAN-(PeNa), Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di kawasan wisata Kabupaten Pesawaran terpantau aman dan terkendali. Demikian dikemukakan Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro di Ruang Kerjanya, Kamis (02/01/2020).
Menurutnya, aktifitas masyarakat dan pengunjung yang memadati lokasi wisata di Bumi Andan Jejama terbilang ramai namun kenaikannya tidak signifikan meski ada lonjakan para pelancong dari luar Provinsi Lampung.
“Alkhamdulillah, Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 berjalan dengan aman terkendali meski ada lonjakan pengunjung dari luar kota seperti dari Jakarta, Palembang, Jambi, Bengkulu dan Banten, ” kata dia.
Ia juga menuturkan, untuk kondisi lalulintas terpantau padat merayap pada titik tertentu. Namun, kondisi tersebut dapat terkendali dengan pengamanan dan pengaturan oleh Satlantas Polres Pesawaran dibantu instansi terkait.
“Untuk lalulintas memang lumayan padat, namun masih bisa merayap. Karena memang hilir mudik kendaraan yang akan keluar dan masuk ke Taman Hiburan Rakyat seperti di pintu masuk Pantai Mutun, Pantai Sari Ringgung cukup ramai, ” tutur dia.
Ditegaskan, kejadian kecelakaan juga tidak begitu banyak. Karena kondisi malam tahun baru hujan lumayan deras, sehingga pemotor tidak begitu ramai.
“Kalau kecelakaan ada,tapi sedikit seperti laka antar sepeda motor dan kendaraan yang masuk jurang di Kecamatan Padang Cermin kemarin. Dan ini, pengemudi masih diperiksa di Polsek Padang Cermin sementara untuk korban menjalani perawatan di Rumah Sakit di Bandarlampung, karena mengalami patah kaki,” tegas dia.

PantauanĀ pelitanusantara.co.id, Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro terus memantau dilokasi Pos Pam Nataru di seluruh wilayah hukumnya meski kondisi hujan lebat. Seluruh jajaran juga nampak berjaga jaga di masing-masing Pos Pam Nataru bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP dan Pramuka serta partisipan masyarakat.
Melengkapinya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Els Safrizal mengatakan bahwa diperkirakan jumlah wisatawan pada liburan Natal dan Tahun Baru kali ini mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.
“Ya,kalau kita bandingkan dengan tahun 2017, ada kenaikan sekitar 10-20 persen. Kalau tahun 2018 kan memang ada bencana tsunami, sehingga tidak bisa buat perbandingan,” kata dia.
Oleh: sapto firmansis






