PESAWARAN-(PeNa), Setidaknya Rp39 Milyaran lebih dibutuhkan untuk prosesi pemilihan bupati dan wakil bupati pada 2020 mendatang.
Demikian dikemukakan Komisioner KPU Kabupaten Pesawaran Bidang Perencanaan Program dan Anggaran Aan Saputra diruang kerjanya, Senin (19/08/2019).
“Kalau estimasi anggaran untuk kebutuhan pemilihan bupati nanti, ya tujuh puluh lima ribu dikalikan jumlah penduduk sekitar lima ratus dua puluh tiga ribu jiwa. Ya sekitar tiga puluh sembilanan milyarlah, ” kata Aan.
Jumlah tersebut menurutnya masih angka perkiraan menurut draf KPU yang ada. Untuk itu, guna melaksanakan tahapan pertama, KPU Kabupaten Pesawaran mengajukan anggaran sebesar Rp500 Milyar kepada pemerintah daerah setempat.
“KPU Pesawaran ajukan dana tahapan pertama untuk pemilukada 2020 berdasar Permendagri nomor 54/2019 tentang pendanaan kegiatan pemilu gubernur, bupati dan walikota yang bersumber dari APBD sebesar 500 juta, ” ujar dia.
Ia juga menjelaskan bahwa anggaran sebanyak itu untuk kegiatan pemilihan kepala daerah sampai dengan penetapan pengumuman hasil rekapitulasi pemilukada tingkat provinsi yakni sekitar bulan Oktober 2020 nanti.
“Tercatat pada draf KPU, tahapan dimulai bulan 30 September 2019 sampai dengan bulan Oktober 2020 nanti.Tapi itu kalau tidak ada perubahan, karena ada kewajiban melayani gugatan dari paslon, ” jelas dia.
Untuk diketahui, lima komisioner di Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Pesawaran akan memasuki purna bhakti pada bulan November 2019. Rencananya, hampir seluruh komisioner akan mengikuti tes dan seleksi untuk kembali menjadi komisioner di Bumi Andan Jejama nantinya.
Oleh: sapto firmansis






