Satu Malam, 2 Gudang BBM Ilegal di Pringsewu Dibongkar

PRINGSEWU – (PeNa), Satreskrim Polres Pringsewu membongkar dua kasus penyalahgunaan BBM subsidi di Pekon Keputran, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Rabu (20/5/2026) pagi. Dalam pengungkapan yang berlangsung selang beberapa menit itu, polisi mengamankan tiga orang bersama puluhan jerigen BBM subsidi, lima truk dan sejumlah barcode MyPertamina.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Rosali mengatakan pengungkapan dilakukan Unit Tipidter bersama Tekab 308 setelah menerima informasi adanya aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dua lokasi kami ungkap pada pagi hari. Modusnya membeli BBM subsidi menggunakan beberapa kendaraan dan barcode, lalu dipindahkan ke jerigen untuk ditimbun dan dijual kembali,” kata Rosali, Kamis (21/5/2026).

Ungkap Solar Subsidi Lebih Dulu

Pengungkapan pertama dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB di rumah RUDI SAPTONO (38), warga Pekon Keputran. Polisi mendapati lima truk terparkir di halaman rumah yang dicurigai digunakan untuk mengangkut solar subsidi.

Saat dilakukan pengecekan, petugas memergoki sopir bernama MUSTOLIHUDIN sedang memindahkan solar dari tangki truk ke jerigen menggunakan selang.

“Ketika anggota datang, aktivitas pemindahan solar sedang berlangsung,” ujar Rosali.

Dari lokasi, polisi menyita 18 jerigen berisi solar subsidi, lima unit truk, lima barcode BBM solar dan dua selang penyedot BBM. Rudi kemudian mengakui solar tersebut dibeli dari SPBU menggunakan beberapa kendaraan truk sebelum dipindahkan ke gudang penyimpanan.

“Solar diperoleh dari SPBU secara bertahap menggunakan lima kendaraan, lalu disedot dan ditampung dalam jerigen,” jelasnya.

Selang 15 Menit, Pertalite Digerebek

Sekitar pukul 07.45 WIB, polisi kembali melakukan penggerebekan di rumah CATUR HERMANTO (40) yang masih berada di Pekon Keputran.

Di lokasi itu, polisi menemukan 6 jerigen berisi pertalite, 21 jerigen kosong, satu unit Toyota Kijang, tiga barcode MyPertamina dan tiga pelat nomor kendaraan berbeda.

Menurut Rosali, Catur membeli pertalite subsidi menggunakan mobil dengan beberapa barcode MyPertamina. BBM kemudian disedot dari tangki mobil ke jerigen memakai selang.

“BBM pertalite itu rencananya dijual kembali ke warung-warung setelah terkumpul,” katanya.

Rosali menegaskan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain dalam praktik penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.

“Tiga orang sudah kami amankan berikut seluruh barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Rosali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *