Sekitar Bendungan Wayrarem Dipenuhi Tanam Tumbuh, BBWS Mesuji Sekampung Lalai?

BANDARLAMPUNG (PeNa) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terindikasi telah lalai dalam melakukan pengawasan lahan sekitar Bendungan Wayrarem. Faktanya, di lapangan ditemukan tanam tumbuh seperti singkong dan sawit yang sudah memenuhi area sekitar.

Bahkan tanam tumbuh tersebut, saat ini sudah hampir layak dipanen. Artinya, pemanfaatan lahan tersebut, sudah berlangsung sejak lama. Kemana pengawasan dari pihak BBWS Mesuji-Sekampung?. Sebab bedasarkan Undang-undang nomor 17 tahun 2019 Pasal 10 tentang Sumber Daya Air, dijelasakan daerah sekitar bendungan merupakan daerah resapan air. Selain itu, fungsinya juga untuk melindungi bendungan dan pemukiman yang ada di sekitar jika terjadi jebol.

Tanam tumbuh sekita bendungan, saat ini sudah hampir layak dipanen. Artinya, pemanfaatan lahan tersebut, sudah berlangsung sejak lama

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWS Mesuji-Sekampung, Yusen Kaesaline mengakui aturan memang tidak diperbolehkan. Ia berjanji akan melakukan kroscek terlebih dahulu ke lokasi. “Aturannya tidak boleh. Tapi nanti kita cek dulu ke lokasi,” kata dia, Kamis (18/11).

Ketika ditanya kendala yang dihadapi oleh BBWS dalam melakukan penertiban daerah sekitar bendungan Wayrarem yang saat ini sudah alih fungsi menjadi perkebunan? Yusen menjelaskan tidak ada kendala, namun pihaknya mesti kroscek lapangan terlebih dahulu. “Sebenarnya tidak ada kendala. Siapa yang melanggar akan ditindak. Soal di Wayrarem ini, saya belum lihat. Tapi secepatnya saya akan tinjau,” kata dia.

Mengenai apa yang sudah terjadi di sekitar area bendungan Wayrarem pihak BBWS Mesuji- Sekampung memastikan tidak akan melakukan pembongkaran, tetapi bakal ditindak lanjuti dengan langkah persuasif.

“Soal langkah selanjutnya, kita akan mengedepankan langkah persuasif terlebih dahulu melalui pemerintah setempat. Kita akan mengingatkan mereka bahwa itu melanggar aturan. Nantinya tetap akan kita tertibkan,” janjinya. (Bowo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *