Sosialisasi Pendidikan Pemilu Bikin Pemilih Pemula Jadi Melek Politik

P E S A W A R A N – (PeNa), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran gelar  Sosialisasi pendidikan pemilih pemuda dan pemula serta disabilitas pada pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 di GSG Adora Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (13/12/2023).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Komisioner KPU Kabupaten Pesawaran Divisi Perencanaan Data dan Informasi Dodi Afrianto dengan jumlah peserta dari berbagai elemen masyarakat.

 

Sosialisasi tersebut juga melibatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran yang hadir sebagai salah satu Nara sumber. Dan, Komisioner KPU Kabupaten Pesawaran 2014-2019 Edi Susanto serta Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Provinsi Lampung Ani Lidyawati. Nara sumber terakhir adalah Kejari Kabupaten Pesawaran yang diwakili Kasi Intel Andi Pramono.

 

Dalam paparannya, Nara Sumber dari PWI Kabupaten Pesawaran Rifat Arif menyampaikan terkait keberadaan fungsi pers ditengah pesta demokrasi bangsa indonesia yang bakal dilangsungkan pada 14 Februari 2024 mendatang.

 

“Pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan,kontrol sosial dan lembaga ekonomi. Nah,keterlibatannya dalam pemilu juga harus tetap mematuhi kode etik wartawan yang terus diimani wartawan berkompeten,” kata Rifat mewakili Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M.Ismail.

 

Kemudian, menurutnya pers harus mampu mengedukasi masyarakat agar tidak tergiring oleh hoaks atau informasi dan berita yang belum diketahui kebenarannya.

 

“Tahapan pemilu sudah dilaksanakan, hanya beberapa bulan lagi kita akan menentukan hak pilih dengan memberikan suara pada bilik yang disiapkan KPU. Nah, informasi hoaks intensitasnya terus bergerak masif. Kita semua harus bisa menelaah dan menyaring setiap informasi yang tidak jelas nara sumbernya,” ujar dia.

 

Hadirnya pers sangat dibutuhakan negara, dengan prespektif untuk mendukung pembangunan di daerah tersebut, dan peran pers sangat besar dalam menyukseskan pemilu, dalam kode ektik jurnalistik, media sosial dan pers sangat lah berbeda, kerena Medsos tidak berbadan hukum, sedangkan perusahan pers berbadan hukum.

 

“Saya meminta kepada KPU kabupaten Pesawaran dalam menyukseskan pemilu yang akan digelar 2024 mendatang, bisa bersinergi dengan pers, kerena jelas bahwa pers merupakan pilar ke empat demokrasi,” tegas dia.

 

Dikesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Pesawaran Yatin Putro Sugino yang diwakili komisioner divisi perencanaan data dan informasi Dody Afrianto mengatakan bahwa kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi publik terutama pada pemilih pemuda dan pemula serta disabilitas pada Pemilu 2024.

 

“Sosialisasi pemilu dilakukan karena untuk menyasar pemilih pemula dan pemilih muda. Kerena Pesawaran didominasi pemilih pemula dan pemilih muda. Dan harus menggunakan hak suara pada 14 Februari 2024 nanti,” kata dia.

 

Ia juga mengatakan, pada tanggal 21 Juni KPU Pesawaran sudah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 344.903, Partisipasi Pemilu bukan hanya untuk kepentingan sesaat, partisipasi Pemilu bukan hanya sekedar sudah “nyoblos”. Tetapi bagaimana mengawal suara yang sudah diberikan untuk tidak disalahgunakan.

 

“Saya meminta para pemilih pemuda dan pemula gunakanlah hak suara anda pada pemilu 2024 mendatang. untuk mengenali dan mencari tahu profil calon dan visi misi dari masing-masing calon, sebelum memilih,” ujar dia.

Ikut menanggapi, Karel salah satu siswa SMK N Pesawaran yang turut menjadi peserta dikegiatan tersebut mengaku banyak mendapatkan informasi tentang pemilu lengkap dari berbagai persoalannya.

 

“Kami baru pertama kali akan menggunakan hak suaranya, nah kegiatan sosialisasi ini sangat membantu kami dan teman-teman lainnya dalam berpartisipasi aktif menentukan pilihan sesuai dengan apa yang menjadi pemahaman kami terkait hak politik,” kata dia,diamini teman sekolahnya.

 

Menurutnya, terkait bagaimana menggunakan  dan berselancar di media sosial juga mulai mengerti sehingga kedepan akan lebih bijak dan berhati-hati.

 

“Apa yang dipaparkan oleh Nara sumber dari PWI tadi sangat mengena di kami, kedepan kami akan lebih selektif dalam membaca dan membuka link berita yang pada akhirnya kami harus menuangkan komentar positif. Tentang hoaks sudah dijelaskan, artinya kami harus berhati-hati jangan sampai terprovokasi apalagi ikut menyebarkan karena jelas dampak hukumnya. Kepada semua Nara sumber,khususnya KPU Kabupaten Pesawaran kami sangat berterima kasih,” ujar dia.

 

Oleh: Sapto firmansis

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *