“Anak-anak yang jadi korban bullying bisa mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Perasaan sedih dan kesepian bisa meningkat. Mengalami perubahan pola tidur dan makan. Serta bisa kehilangan minat pada aktivitas yang dulu pernah sangat disukai, ” kata Popon.
Menurutnya, dampak tersebut bisa berlangsung hingga mereka dewasa. Gangguan kesehatan juga dapat dialami oleh para korban. Prestasi dan partisipasi di sekolah juga bisa menurun. Bahkan pada sebagian kecil anak yang pernah jadi korban bullying dapat terlibat dalam tindak kekerasan.
“Dalam The Psychological Effects Of Bullying Last Well Into Adulthood, Study Finds disebutkan bahwa anak-anak yang ‘hanya’ menjadi korban bullying atau yang tidak pernah menjadi pelaku bullying memiliki risiko tinggi mengalami gangguan depresi, ” ujar dia.
Kemudian, gangguan kecemasan, generalized anxiety disorder atau kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan.
“Lalu gangguan agorafobia atau ketakutan dasar yang berasal dari perasaan terjebak di tempat umum, saat seseorang merasa sulit melarikan diri, dan rasa takut tidak akan tersedianya pertolongan apabila seseorang mengalami serangan panik pada saat dewasa, ” tutur dia.







