BANDARLAMPUNG – (PeNa), Dua pelaku pencurian dengan pemberatan di wilayah Sukarame berhasil diringkus polisi hanya satu jam setelah beraksi. Aksi keduanya terbongkar setelah sepeda motor curian yang dilengkapi GPS terlacak menuju rumah para pelaku.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB di Perum Surya Khanza, Jalan Pulau Singkep, Sukabumi, Bandar Lampung. Pelaku masuk melalui pagar rumah korban yang tidak terkunci, mendongkel jendela, lalu mengambil kunci motor dan ponsel milik korban yang sedang tidur. Motor Honda Genio milik korban kemudian dibawa kabur.
Setelah bangun, korban Ahmad Choeroni mendapati motor dan ponselnya hilang, lalu melapor ke Polsek Sukarame. Tidak lama kemudian, anggota Resmob bergerak cepat setelah GPS motor menunjukkan posisi pelaku berada di wilayah Sukarame II, Teluk Betung Barat. Kedua pelaku, Muhammad Kholik (23) dan Muhammad Aji Saka (22), ditangkap di rumahnya beserta barang bukti motor, ponsel, jaket hitam, dan linggis.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan penangkapan ini menunjukkan reaksi cepat aparat dalam menindak kejahatan jalanan. “Begitu laporan diterima, tim langsung melakukan pengejaran berdasarkan pelacakan GPS dan berhasil menemukan pelaku berikut barang bukti,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaku utama merupakan residivis kasus serupa. “Dari pemeriksaan, tersangka Kholik mengaku sudah lima kali melakukan pencurian di wilayah Sukarame. Ini tentu menjadi perhatian serius kami,” katanya.
Tilukay juga menyoroti cara pelaku yang memanfaatkan kelengahan warga. “Modus mereka masuk lewat pagar yang tidak terkunci dan mendongkel jendela. Kami mengimbau masyarakat memastikan rumah terkunci rapat, terutama saat dini hari,” tuturnya.
Kapolresta memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan. “Kedua tersangka sudah ditahan di Polsek Sukarame dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tegasnya.
Polisi terus mengembangkan kasus ini karena tidak menutup kemungkinan para pelaku terlibat aksi pencurian lain di lokasi berbeda.






