Dugaan Pemukulan, Romli Coreng Tagline Demokrat “Berkoalisi Dengan Rakyat”

BANDARLAMPUNG – Sikap arogansi yang dilakukan oleh ketua DPRD Lampung Utara Romli. Dinilai mencoreng sepirit perayaan dua dekade partai Demokrat.

Romli yang diketahui merupakan kader partai Demokrat tersebut, menjadi sorotan lantaran diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu wartawan. Apalagi dugaan pemukulan tersebut dilakukan di gedung DPRD setempat, Rabu (15/9).

Pengamat politik Universitas Lampung, Darmawan Purba menilai, sikap yang dilakukan oleh Romli dapat berdampak pada partai berlambang merci tersebut. Apalagi belum lama ini partai demokrat  baru saja merayakan dua dekade, dan sedang membangun citra dan mengambil hati masyarakat.

“Tentu saja sikap yang dipraktekan oleh Romli sangat bertentangan dengan sepirit dan semangat yang ingin dibangun oleh partai demokrat. Saya melihat dia juga tak sejalan dengan ekspektasi dan obsesi partai demokrat secara kelembagaan dan ketua DPD Demokrat Lampung, yang mengusung tagline berkoalisi dengan rakyat,” kata dia, Kamis (16/9).

Selain itu, secara kelembagaan Romli telah melanggar kode etik sebagai anggota dewan. Seharusnya sebagai anggota dewan bersikap mengayomi dan melayani.

“Seharusnya, dia (romli) sebagai Ketua DPR harus bisa menempatkan diri. Harus bisa membedakan apakah ini urusan kelembagaan atau urusan pribadi,” kata dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Lampung Utara Romli, diduga melakukan penganiayaan terhadap wartawan hariansumatera.com, Afriantoni, yang juga pengurus PWI Lampung Utara, saat berada di ruang fraksi PAN, Gedung DPRD Lampung Utara, Rabu 15 September 2021, sekitar pukul 13.20 Wib.

Peristiwa itu disaksikan ajudan Ketua DPRD, hingga staf honor Gedung DPRD yang melerai peristiwa tersebut. Korban kemudian melaporkan kasus tersebut Ke Polres Lampung Utara dengan bukti laporan polisi LP Nomor: STPL/B-1/976/IX/2021/SPKT/Polres Lampung Utara/Polda Lampung, tanggal 15 September 2021.

”Aksi pemukulan itu terjadi di ruang fraksi PAN dan halaman kantor DPRD Lampura. Akibat pemukulan itu, saya mengalami luka memar pada bagian wajah dan mata sebelah kanan. Saya sudah lakukan visum untuk selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Lampura,” kata Efriantoni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *