Menunggu Kuda Hitam Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH (PeNa) Wajah Musa Ahmad dan Loekman Djoyosoemarto dalam kancah pertarungan Pilkada Lampung Tengah (Lamteng) September 2020 mendatang tampak tak asing bagi rakyat pemilih terbesar di Provinsi Lampung. Sebagian warga bahkan telah paham betul siapa sosok keduanya.

Wajah baru yang menjadi kejutan masih dinantikan membawa angin segar bagi masyarakat plural seperti Lamteng. Dan sosok Nessy Mustafa dipercaya menjadi pelipur lara pecinta Mustafa yang dibeberapa sudut Lamteng masih dikenal sebagai seorang Bupati.

Digadang-gadang Partai Nasdem, Nessy yang duduk sebagai dewan Pembina partai besutan Surya Paloh tersebut masih harus berkoali agar dapat mengikuti pilkada, karena dengan perolehan 6 kursi setidaknya Nasdem harus menggandeng 5 kursi lain. Belakangan PKS berencana meneruskan Koalisi Pilkada Pilgub lalu. Dengan bergabungnya PKS yang memiliki 6 kursi, maka Nessy Mustafa dapat melenggang mulus ke KPU.

Nessy dikenal sebagai pendamping setia Mustafa dalam setiap kunjungan kepelosok Lamteng, wajar saja Mustafa dikenal sangat merakyat dengan program ronda yang menusantara tersebut. Tak heran wajah Nessy dikalangan masyarakat Lamten sudah tidak asing lagi. Selepas keputusan pengadilan, Nessy harus menjadi ibu rumah tangga yang tegar, bertekat meneruskan program ronda sang suami yang memang sangat bermanfaat menekan angka kejahatan di Lamteng, Nessy pun memutuskan maju.

“Perkara Mustafa itu tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat Lamteng, tapi sepeninggal Mustafa justru perkembangan terasas stagnan. Dibeberapa sudut kampong kami disini masih mengenal Mustafa sebagai Bupati bukan Loekman,” kata salah seorang warga Lamteng.

oleh TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *