BANDARLAMPUNG-(PeNa), Polda Lampung melaksanakan giat Bhakti sosial (Bhaksos) Peduli Kesehatan di Lapangan Desa Negara Batin, Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (15/10/2019).
Dalam giat Bakti Peduli Kesehatan, melalui petugas Biddokkes Polda Lampung dan petugas Polres Lampung Timur, menyediakan stan pelayanan pemeriksaan tekanan (tensi) darah, donor darah,khitanan masal, pengobatan umum, pengobatan gigi, pemberin obat gratis. Selain itu, petugas juga menyediakan stan membagikan sembako, Helm dan bibit tanaman kepada seluruh masyarakat dengan gratis.
Dilokasi, nampak ribuan masyarakat dari Desa Negara Batin, Desa Jabung, Desa Melinting, Desa Gunung Pelindung, Desa Negara Saka (Samirejo), dan Desa Asahan, antusias menghadiri kegiatan Bakti Peduli Kesehatan.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Purwadi Arianto melalui Waka Polda Lampung, Brigjen Pol. Sudarsono, didampingi Kabid Dokes Polda Lampung, Kombes Pol. dr Andri Bandarsyah dan Kapolres Lampung Timur, AKBP. Taufan Dirgantoro mengatakan, dalam pengamanan menjelang pelantikan presiden terpilih, pada 20 Oktober 2019 mendatang, Polri tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan kondisi yang aman, damai dan kondusif. Untuk itu, Polri menggelar kegiatan bakti sosial secara serentak di Indonesia.
“Oleh sebab itu, Polda Lampung melaksanakan giat Bakti Peduli Kesehatan terhadap masyarakat. Kepada semua pihak, saya ucapkan terimakasih, atas terlaksananya giat Bakti Sosial ini,” kata Sudarsono, saat membuka pelaksanaan giat Bakti Peduli Kesehatan.
Sebagai timbal balik, tokoh masyarakat mewakili beberapa Desa, membacakan dan menandatangani deklarasi penolakan segala bentuk kejahatan diantaranya, menolak kekerasan, kejahatan peredaran gelap Nakoba dan C3.
Sementara itu, Siti (30) warga Negara Saka (Samirejo) merasa senang dan bersyukur dengan adanya giat Bakti Kesehatan ini. “Saya datang kesini ingin mengobati asam urat. Lumayan, gratis,”ujar seraya tersenyum.
Diakuinya, bahwa didesanya beberapa tahun yang lalu, masyarakatnya merasa resah dengan adanya C3 seperti, begal dan pencuri ternak. Namun, saat petugas yang berpakaian preman menangkap dan menembak mati pelakunya, situasi didesa menjadi aman.
“Dahulu, bila ada tiga orang naik satu motor itulah ciri-ciri pelaku yang akan beraksi. Jika mereka bawa karung, dipastikan akan mencuri ternak ayam. Mirisnya, hampir rata pelakunya masih remaja. Sejak Grontol, nama panggilan pelaku begal, di jalan Lintas, sekarang Desa kami tidak ada lagi begal dan belong (istilah pencuri ternak ayam). Saya, ucapkan terimakasih kepada pak Kapolda Lampung, pak Waka Polda Lampung dan pak Kapolres, yang telah memberikan kami pengobatan dan sembako secara gratis. Saya berharap kedepannya kegiatan bakti sosial ini diadakan lagi,”ungkapnya.
Oleh: obin






