BANDARLAMPUNG – (PeNa), Talkshow bertema “Maksimalkan Potensi Pemuda Bisa Berprestasi” sukses digelar di Perpustakaan Daerah Lampung pada Kamis (17/10/2024).
Acara ini dihadiri oleh 120 peserta, bertujuan untuk menginspirasi pelajar dalam menggali potensi diri.
Talkshow ini merupakan bagian dari “Prabu Festival” SMA IT Permata Bunda, agenda tahunan yang mendorong generasi muda untuk berprestasi di bidang akademik, seni, hingga dunia profesional.
Koordinator acara, Dahay, menyatakan bahwa tujuan talkshow ini adalah membantu siswa mengenali potensi diri dan memanfaatkan era digital.
Pembicara utama dalam acara ini meliputi Ikram Afro, seorang influencer asal Lampung, Reynaldi Andinata, Mekhanai Provinsi Lampung 2024, Dayinta Wisnu Siwi, Duta SMA Informatif, serta Zakia Rizky Febrianti, Delegasi Parlemen Remaja Provinsi Lampung.
“Potensi creator di Lampung banyak berasal dari kabupaten. Mereka lebih kreatif dibanding creator di kota,” ujar Ikram Afro, menyoroti kreativitas anak muda daerah seperti Pringsewu dan Kotabumi.
Ikram juga menambahkan perbedaan creator di Lampung dan Jakarta, di mana anak-anak di ibu kota lebih fokus mencari penghasilan melalui media digital.
“Di Jakarta, anak SMA bisa menghasilkan Rp15 juta per bulan dari konten digital, sedangkan di Lampung, dukungan untuk menjadi content creator masih kurang.” kata Ikram.
Dia juga menjelaskan tentang pemasaran afiliasi, yang memungkinkan creator memperoleh penghasilan dengan memasukkan tautan produk dalam konten.
“Manfaatkan media sosial, unggah video, dan tautkan produk ke keranjang. Itu bisa menjadi sumber penghasilan.” tambahnya.
Dayinta Wisnu Siwi turut menekankan pentingnya mengelola waktu dan keluar dari zona nyaman.
“Jangan takut untuk menciptakan karya. Dukungan lingkungan dan pengelolaan waktu adalah kunci.” ujar Dayinta.
Seorang peserta, Fadillah dari SMK Yaditama, bertanya tentang cara membangun rasa percaya diri. Zakia Rizky menjawab,
“Kepercayaan diri bisa dilatih dengan mengasah kemampuan melalui kegiatan yang sesuai potensi.” ungkap Zakia.
Sebagai penutup, Reynaldi Andinata menegaskan pentingnya berani memulai tanpa takut kritik. “Jangan biarkan komentar negatif menjatuhkan karya dan potensi kita.” ujar Reynaldi.
Acara ini berhasil memberikan inspirasi baru bagi pelajar untuk terus berkarya dan berani bermimpi. (Albina/Annastasya)






