Pengawasan Lemah, Komisi III Baru Berencana Tinjau Proyek Bermasalah

TULANG BAWANG (PeNa)-Lemahnya fungsi pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang membuat pembangunan infrastrutur amburadul.

Direktur Masyarakat Transpransi Lampung (Matala), Hendriyansyah menjelaskan terjadinya proses pelaksanaan kegiatan yang asal jadi tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari pihak-pihak termasuk dari DPRD.

“Dalam pemerintahan ada DPRD yang fungsi pengawasanya itu melekat aktif kepadanya, termasuk masyarakat dalam hal ini bisa lembaga swadaya atau wartawan sendiri. Jika fungsi pengawasan ini sudah lemah sejak awal, maka tidak heran jika pelaksanaan kegiatan sejak berumur nol hari sudah tidak beres,” ujarnya.

Jika kemudian dewan baru akan melakuan tindakan pada saat proses kegiatan berjalan, ditambahkan Hendri, bukan berarti langkah tersebut dikatakan sebagai langkah positif. “Mereka (dewan) duduk karena ada konstituennya. Sedangkan jalan yang dibangun itu pasti jalan umum nampak mata dan dirasakan langsung termasuk oleh dewannya sendiri. Pertanyaannya, kemana saja mereka selama ini sehingga tidak mengetahui ada ruas jalan tidak beres,” jelasnya.

Hendri justru menyesalkan sikap anggota dewan yang apatis terhadap permasalahan yang terjadi didaerahnya. “Kalau sekedar baca koran baru tahu ada masalah, itu dewan dulu duduknya dipertanyakan,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Tulang Bawang Kasimin mengaku baru akan meninjau kegiatan yang diduga tidak beres. Langkah itu dilakukan karena gencarnya pemberitaan terkait proyek peningkatan ruas jalan Kecubung Jaya (KNPI – Talang Buah) Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2018 yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Di ketahui Data di tahun 2018, ternyata hanya selisih satu tahun saja di tempat yang sama pada tahun 2016 lalu. Proyek tersebut berklasifikasi peningkatan ruas jalan di anggarkan kembali dengan nilai Rp. 4.500.000.000 yang dikerjakan PT. Satu Sembilan Delapan Delapan,Hal ini diduga melanggar  UU. R I Nomor  38  Thn 2004 Tentang Jalan dan Peraturan pemerintah No 34 tahun 2006 tentang jalan serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 13/PRT/M/2011 Tentang Tata Cara Pemeliharaan dan Penilikan Jalan. Tak hanya itu saja,proyek peningkatan ruas jalan ter’indikasi banyak sekali temuan, bahkan di duga pekerjaan tersebut di kerjakan secara asal-asalan, guna mencari keuntungan pribadi.

“Minggu depan saya bersama tim akan turun dan mengecek langsung proyek peningkatan ruas jalan yang ada di talang buah,kecamatan Gedung Aji itu.setelah kami turun,kami akan lakukan koordinasi ke dinas terkait,baru nanti apa yang akan di ambil tindakan bisa di sampaikan.”ujar Kasimin di ruangannya,Selasa,30/10/2018.edi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *