Way Kanan – (PeNa), Sebuah video berdurasi 2 menit 44 detik menggemparkan media sosial. Warga menemukan jasad pria lansia di kebun kopi, diduga diterkam beruang liar.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Dusun Campang, Kampung Tiuh Balak II, Baradatu, Way Kanan, Lampung, pada Selasa (17/6/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dalam video, warga tampak berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Mereka sebelumnya mendapat informasi soal keberadaan beruang di kebun kopi warga.
Beberapa warga bersenjata balok dan golok mencari hewan buas itu. Namun, yang mereka temukan justru sesosok jasad pria lanjut usia tergeletak mengenaskan.
Tubuh korban ditemukan di semak belukar. Tulisan dalam video menyebut: “Warga Banjar Sari, Way Kanan, berbondong menuju lokasi penyerangan beruang.”
Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang, membenarkan kejadian tragis tersebut. Korban diketahui bernama Sami, seorang petani lansia di daerah itu.
“Korban ditemukan meninggal di tengah kebun kopi. Luka-luka pada tubuhnya kuat dugaan akibat serangan beruang,” kata AKBP Adanan, Rabu (18/6/2025).
Korban mengalami luka robek parah di bagian perut kiri. Lengan kanannya patah dan terkoyak. Pinggang hingga pantat juga mengalami luka terbuka.
“Luka robek pada perut sebelah kiri, tangan kanan patah, luka koyak pada pinggang dan pantat kanan-kiri. Semua diduga akibat serangan beruang,” ujarnya.
Ia menuturkan, korban sempat dievakuasi ke Puskesmas. Namun, nyawanya sudah tak tertolong. Keluarga korban menolak autopsi dan langsung memakamkannya.
“Saat ditemukan sudah meninggal. Keluarga menolak autopsi, dan langsung dimakamkan hari itu juga,” tutur Kapolres Way Kanan itu.
Polres Way Kanan kini tengah berkoordinasi dengan Polisi Hutan (Polhut) untuk menelusuri asal muasal keberadaan beruang liar tersebut.
“Saya sudah perintahkan Polsek Baradatu berembuk dengan Polhut dan warga, apakah ditangkap, dilumpuhkan, atau dilepas ke habitat aslinya,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan hewan buas tersebut bisa jadi karena habitat aslinya terganggu, dan hal itu perlu ditelusuri oleh pihak berwenang.
“Warga harus waspada. Jangan ke kebun sendiri. Berkelompok lebih aman. Bila terjadi apa-apa, bisa cepat dibantu,” tegas AKBP Adanan.
Ia menambahkan, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan bersama Polhut Way Kanan serta organisasi pemerhati satwa liar.






